Rabu, 17 Juli 2013

untitled

terkadang aku berpikiran bahwa setiap orang yang ku kenal dan ku tahu,tak akan berubah
aku terus berpendapat bahwa orang itu bersikap seperti apa yang biasanya dia tunjukkan pada ku
padahal sebenarnya, setiap orang itu berubah
entah menjadi lebih baik, ataupun menjadi kebalikannya
kadang, aku berpikir orang itu berubah terlalu berbeda

beda,hmm tak terlalu buruk untukku dengan menjadi berbeda
tapi, apakah kita harus menjadi berbeda ditengah persamaan yang gencar diserukan yang ada di dunia ku ini?
namun perubahan apa yang aku tau bahwa itu baik atau buruk untukku
ataukah aku harus tetap seperti ku ini sekarang

semua serasa berbeda. dan terkadang aku tak merasa menjadi bagian didalamnya
terkadang semua menjadi terasa palsu,karena hanya mengejar prestise dan keadaan "diadakan" oleh sesama
termasuk juga dia...
"biarkan dunia berubah, tapi jangan biarkan dunia merubahmu"
 dia telah mengajariku untuk bertahan ditengah persaingan memakai topeng yang ada di sekitarku
tapi kenapa,diapun menjadi berubah ?
padahal mengenalmu seakan ku kembali mengukir kisah yang indah,tanpa kepura-puraan dunia
namun sekarang semuanya telah berbeda

oleehnya.padahal mungkin hanya dia yang mampu menggoreskan kata "senyum" dan "bahagia"
sebagaimana aku telah rasakan sebelumnya
meskipun keduanya tak bisa dia lihat saatku berada di dekatnya
aku hanya berharap bahwa semua akan indah pada waktunya
aku bisa menghentikannya seperti aku menahan rasa kantukku maupun mengatasi kafein yang berlebih
aku benci menjadi selemah ini
aku sekarang benci akan perubahan, aku takut akan perubahan
aku hanya ingin,seseorang menghentikan kegilaan perubahan yang ada sekarang
menghentikan keegoisan yang semakin banyak di dunia ini  
dan aku berharap kamu juga ada di dalamnya


Sabtu, 13 Juli 2013

Waktu


Dan seorang pakar astronomi berkata, "Guru, bagaimanakah perihal Waktu?"

Dan dia menjawab:
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat anak sungai, di mana atas tebingnya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa semalam hanyalah kenangan untuk hari ini dan esok adalah harapan dan impian utk hari ini.
Dan  yang menyanyi dan merenung dari dalam jiwa, sentiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Siapa di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, terkandung di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan cinta ke tindakan cinta yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?

Tapi jika di dalam pikiranmu baru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkumi semua musim yang lain,
Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan. 




Nyanyian Jiwa

Di dasar relung jiwaku
Bergema nyanyian tanpa kata; sebuah lagu
yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ; ia meneguk rasa kasihku
dalam jubah yg tipis kainnya, dan mengalirkan sayang,
Namun bukan menyentuh bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?

Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Karena aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.

Apabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan apabila kusentuh ujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.

Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya
bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahasia mawar layu.

Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,
Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesadaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.

Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan 'Cain' atau 'Esau' manakah
Yang mampu membawakannya berkumandang?

Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsaia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?

Siapa berani menyatukan debur ombak samudra
dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam,
Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?

Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani
melagukan kidung suci Tuhan?
(Dari 'Dam'ah Wa Ibtisamah' -Setitis Air Mata Seulas Senyuman)

Perlamunan Jiwa

BANGUNLAH, Cintaku. Bangun! karena jiwaku mengelu-elukanmu dari dasar laut, dan menawarkan padamu sayap-sayap di atas gelombang yang mengamuk

Bangunlah, kerana sunyi telah menghentikan derap kaki kuda dan langkah para pejalan kaki.
Rasa kantuk telah memeluk roh setiap laki-laki, sementara aku terbangun sendiri, rasa rindu membukakan kertas surat tidurku.

Cinta membawaku dekat denganmu, namun kebimbangan melemparkan diriku menjauh darimu.
 
Aku telah membuang bukuku, kerana keluhku mengunci kata-kata dan desah nafasku meninggalkan tempat tidurku, Cintaku, kerana takut pada hantu lupa yang berada di balik selimut.

Aku telah membuang bukuku, kerana keluhku mengunci kata-kata dan desah nafasku meninggalkan halaman buku yang kosong di depan mataku!

Bangun, bangunlah, Cintaku dan dengar diriku!

Aku mendengarkanmu, Cintaku! Aku mendengar panggilanmu dari lautan lepas dan merasakan lembutnya sentuhan sayapmu. Aku telah jauh dari ranjangku, beranjak ke tanah lapang, hingga embun membasahi kaki dan bajuku. Di sinilah aku berdiri, dibawah bunga-bunga pohon badam, memenuhi panggilan jiwamu.

Bicaralah padaku, Cintaku, dan biarkan nafasmu menghirup angin gunung yang datang padaku dari lembah-lembah Lebanon. Bicaralah. Tak ada yang akan mendengar selain diriku. Malam telah melarutkan semua manusia ditempat tidurnya.

Surga telah menyulam  cahaya rembulan dan menghamparkannya ke seluruh daratan Lebanon, Cintaku.

Surga telah meriasnya dengan bayangan malam, jubah tebal membentang dihembus asap dari cerobong kain, dihembus nafas kemari, dan mengelarnya di telapak kota, Cintaku.
 
Para penduduk telah pulas menganyam mimpi di ubun-ubunnya di tengah pohon-pohon kenari. Jiwa mereka mempercepatkan langkah mengejar negeri mimpi, Cintaku.

Lelaki-lelaki lunglai menggendong emas, dan tebing curam yang akan dilalui melemaskan lutut mereka. Mata mereka mengantuk kerana dililit kesulitan dan ketakutan. Mereka melemparkan tubuh ke tempat tidur sebagai tempat berlindung dari hantu-hantu yang menakutkan dan mengerikan, Cintaku.

Hantu-hantu dari masa lalu berkeliaran di lembah-lembah. Jiwa para raja  melintasi bukit-bukit. Pikiranku yang berhias kenangan menyingkap kekuatan bangsa Chaldea, kemegahan Arab.
 
Di lorong-lorong gelap, jiwa-jiwa pencuri yang tegap berjalan, muncung-muncung nafsu ular berbisa muncul dari celah-celah benteng, dan rasa sakit berdengung kematian, muntah-muntah sepanjang jalan. Kenangan menyingkap tabir kelupaan dari mataku dan nampaklah Sodom yang menjijikkan, serta dosa-dosa Gomorah.
 
Ranting-ranting berayun-ayun, Cintaku, dan desirnya bertemu dengan alunan anak sungai di lembah. Syair-syair Sulaiman, nada kecapi Daud dan lagu Ishak Al-Mausaili terngiang-ngiang di telinga kami.
Jiwa anak-anak yang lapar di penginapan menggelupur, ibunya mengeluh di atas kamar kesedihan, dan kekecewaan telah jatuh dari langit. Mimpi-mimpi kebimbangan melanda hati yang lemah. Aku mendengar rintihan pahitnya.

Semerbak bunga melambai seiring nafas pohon-pohon cedar. Terbawa angin sepoi-sepoi menuju perbukitan, harum itu mengisi jiwa dengan kasih sayang dan meniupkan kerinduan untuk terbang.

Tetapi racun dari rawa-rawa juga  berkelana mengepul bersama penyakit. Seperti panah rahasia yang tajam, racun itu telah menembusi perasaan dan meracuni udara.

Tanpa kusadari matahari telah mengilaukan cahaya pagi, Cintaku, dan jari-jari timur yang lentik menimang mata-mata orang yang terlelap. Cahaya itu memaksa mereka untuk membuka daun jendela dan menyelak hati dan kemenangan. Desa-desa, yang sedang tertidur dalam damai dan tenang di pundak-pundak lembah, bangun, loceng-loceng berdenting memenuhi angkasa sebagai panggilan untuk mula berdoa. Dan dari gua-gua, gema-gema juga berdengung, seolah-olah seluruh alam sedang berdoa bersama-sama dengan khusyuknya. Anak-anak sapi telah keluar dari kandangnya, biri-biri dan kambing meninggalkan bangsalnya untuk menuai rumput yang berembun dan berkilatan cahaya. Penggembalanya mengikuti dari belakang sambil mengamatinya di balik lelalang. Di belakangnya lagi gadis-gadis bernyanyi seperti burung menyambut pagi.

Kini tangan siang hari yang perkasa terbaring di atas kota. Tirai telah diselak dari jendela dan pintu pun terbuka. Mata yang penat dan wajah lesu para penjahit telah siap di tempat kerjanya. Mereka merasakan kematian telah melanggar batas kehidupan mereka, dan riak muka yang layu mempamerkan ketakutan dan kekecewaan. Di jalanan padat dengan jiwa-jiwa yang tamak dan tergesa-gesa, dan di mana-mana terdengar desingan besi, pusingan roda dan siulan angin. Kota telah menjadi arena pertempuran di mana yang kuat menindas yang lemah dan si kaya mengeksploitasi dan menguasai si miskin.

Betapa indah hidup ini, Cintaku, seperti hati penyair yang penuh dengan cahaya dan kelembutan hati.
Dan betapa kerasnya hidup ini, Cintaku, seperti dada penjahat, yang berdebar-debar karena selalu merasa bimbang dan takut.


Baby Blue eyes => a Rocket to the moon


My eyes are no good, blind without her
The way she moves, I never doubt her
When she talks she somehow creeps into my dreams

She's a dollar, catch, a winner
I'm in love and no beginner
Could ever grasp or understand just what she means

Baby, baby blue eyes, stay with me by my side
'Til the morning through the night
Well baby, stand here holding my sides
Close your baby blue eyes, every moment feels right

And I may feel like a fool
But I'm the only one dancing with you

I drive her home when she can't stand
I like to think I'm a better man
For not letting her do what she's been known to do

She wears heels and she always falls
I let her think she's a know it all
But whatever she does wrong, it seems so right
My eyes don't believe her but my heart swears by her

Baby, baby blue eyes, stay with me by my side
'Til the morning through the night
[ From: http://www.elyrics.net/read/a/a-rocket-to-the-moon-lyrics/baby-blue-eyes-lyrics.html ]
(Can't get you out of my mind)
Well baby, stand here holding my sides
Close your baby blue eyes, every moment feels right

And I may feel like a fool
But I'm the only one dancing with you

Can't get you out of my mind

I swear I've been there
I swear I've done that
I'll do whatever it takes just to see those

Baby, baby blue eyes, stay with me by my side
'Til the morning through the night
(Can't get you out of my mind)
Well baby, stand here holding my sides
Close your baby blue eyes, ever moment feels right

And I may feel like a fool
But I'm the only one dancing with those

Baby, baby blue eyes, stay with me by my side
'Til the morning through the night

(Can't get you out of my mind)
Well baby, stand here holding my sides
While closing your eyes, ever moment feels right

My eyes are no good, blind without her
The way she moves, I never doubt her
When she talks she somehow creeps into my dreams

The script nothing

Am I better off dead?
Am I better off a quitter?
They say I'm better off now
Than I ever was with her
As they take me to my local down the street
I'm smiling but I'm dying trying not to drag my feet

They say a few drinks will help me to forget her
But after one too many I know that I'm never
Only they can’t see where this is gonna end
They all think I'm crazy but to me it's perfect sense

[Chorus]
And my mates are all there trying to calm me down
'Cause I'm shouting your name all over the town
I'm swearing if I go there now
I can change her mind turn it all around

And I know that I'm drunk but I’ll say the words
And she'll listen this time even though they’re slurred
Dialed her number and confessed to her
I'm still in love but all I heard
Was nothing

[Verse 2]
So I stumble there, along the railings and the fences
I know if I faced her face, that she'll come to her senses
Every drunk step I take leads me to her door
If she sees how much I'm hurting, she'll take me back for sure

[Chorus]
And my mates are all there trying to calm me down
'Cause I'm shouting your name all over the town
I'm swearing if I go there now
I can change her mind turn it all around

And I know that I'm drunk but I’ll say the words
And she'll listen this time even though they’re slurred
Dialed her number and confessed to her
I'm still in love but all I heard
Was nothing

She said nothing
Oh, I wanted words but all I heard was nothing
Oh, I got nothing
Oh, I got nothing
Oh, I wanted words but all I heard was nothing

Ohh, sometimes love's intoxicating
Ohh, you're coming down, your hands are shaking
When you realize there's no one waiting

Am I better off dead?
Am I better off a quitter?
They say I'm better off now
Than I ever was with her

[Chorus]
And my mates are all there trying to calm me down
'Cause I'm shouting your name all over the town
I'm swearing if I go there now
I can change her mind turn it all around

And I know that I'm drunk but I’ll say the words
And she'll listen this time even though they’re slurred
Dialed her number and confessed to her
I'm still in love but all I heard
Was nothing

She said nothing
Oh, I wanted words but all I heard was nothing
Oh, I got nothing
I got nothing
I wanted words but all I heard was nothing
Ohh I got nothing 




Rabu, 10 Juli 2013

SUPPOSE


entah mengapa musik selalu membuatku merasa lebih baik ...
terkadang aku merasa bahwa aku memiliki teman yang memiliki pengalaman yang sama
aku dan musik memiliki satu hal yang memiliki satu kekuatan , "ignored the world"
namun ada saja yang membuatku larut dalam musik , yaitu lirik yang terdengar 
seakan mengejekku karena apa yang aku rasakan sekarang ini
aku tak tahu sejak kapan aku merasakan ini 
tapi yang jelas , kamu telah menjadi kebiasaanku sama dengan musik yang selalu menemani hari hariku
tapi sampai kapan sih kamu bakal peduli ?
sampai kapan pula kamu akan menyadari kalo saja aku , seperti musik yang sudah tidak dapat didengarkan karena sudah tidak pas
bukankah dulu kamu mendengarkan lagu anak-anak dan sekarang sudah tidak mendengarnya?
dari kamu aku belajar , bagaimana menyikapi dan mendewasakan perasaanku
aku tahu bahwa nggak selamanya apa yang aku inginkan pasti akan dalam genggamanku
dari kamu aku paham , bagaimana menjaga kebiasaan tetap menjadi kebiasaan
tapi bukankah jika kamu terbiasa untuk tidak terbiasa maka lama kelamaan kebiasaan itu akan hilang?
akankah aku hilang?

aku hanya ingin melihat senyumu , meskipun itu bukan untukku
karena aku sadar , i'm not worthy to held you in my arms

dan apakah sekarang waktunya untuk memasang headset ku kembali dan mulai untuk tidak memperdulikan sekitarku ? ... dan kamu ?